Judul

NAFAS
Ketika Tuhan Menyentuh Tanpa Suara

Penulis

John Manongga

Ukuran

15 cm x 23 cm

Jumlah Halaman

94

Blurb/Sinopsis

Apa jadinya jika suara Tuhan tidak lagi hadir dalam gemuruh-angin ribut, tetapi berbisik pelan di sela-sela kebisingan kehidupan modern?

Di zaman di mana setiap detik hidup dibombardir notifikasi, motivasi instan, dan komentar tak berkesudahan, kita sering lupa satu hal sederhana: diam. Buku ini bukan panduan “5 langkah sukses rohani” atau buku motivasi dengan tips praktis yang terdengar muluk. Sebaliknya, inilah undangan langka bagi jiwa-jiwa yang kelelahan, yang mulai lupa kata sandi iman, dan yang diam-diam bertanya: di mana Allah di tengah jeda, di saat napas sudah berat dan doa tak sanggup diucapkan?

Mengambil inspirasi dari kisah Elia di kitab 1 Raja-Raja 19, buku ini ingin menemani Anda duduk bersama sang nabi hebat yang justru rapuh di bawah pohon, ditemani malaikat yang hanya membawa sepotong roti dan secawan air. Anda akan melihat bahwa para tokoh besar dalam sejarah iman seperti Abraham, Musa, Ayub—pun pernah berjalan tanpa peta, tanpa jaminan hari esok akan lebih baik, hanya bertahan cukup untuk satu hari saja.

Lewat pendekatan “weak theology” ala John Caputo, penulis mengajak Anda merayakan iman yang tidak selalu spektakuler, namun tetap tulus dalam segala kelemahannya. Buku ini mengajak pembaca untuk perlahan-lahan berdamai dengan ruang sunyi hidup, menerima bahwa terkadang Tuhan tidak hadir dengan petir atau mujizat yang viral, tapi cukup dengan sentuhan sederhana, seperti sepotong roti, ajakan untuk tidur lebih lama, atau napas yang dihela perlahan-lahan.

Jangan buru-buru cari makna besarnya. Nikmatilah setiap jeda, keheningan, dan kebosanan kecil di antara halaman buku ini. Siapa tahu, di sana justru Tuhan sedang menepuk bahu Anda, diam-diam, tanpa suara.
Karena perjalanan iman sejatinya bukan soal jadi pahlawan esok hari, tapi tentang bertahan hari ini dan tetap percaya bahwa dalam setiap tarikan napas yang pelan, sabda-Nya tetap nyata.

Selamat menghela napas, dan menikmati perjalanan baru ini tanpa perlu buru-buru sampai tujuan.

 

Scroll to Top