Judul
Wali Songo
Sembilan Lentera Tauhid
Penulis
Muhammad Agung Bramantya
Ukuran
14 cm x 20 cm
Jumlah Halaman
422
Blurb/Sinopsis
Di bawah naungan langit Jawa yang melengkung biru dan debur ombak samudera yang tak pernah diam, sembilan cahaya memancar, membawa pesan yang mengguncang zaman. “Sembilan Lentera Tauhid” adalah kisah epos tentang perjalanan Walisongo, sembilan penjaga cahaya yang membumikan nilai-nilai Islam dengan penuh kelembutan, kebijaksanaan, dan cinta.
Mulai dari kedatangan Maulana Malik Ibrahim di pelabuhan Gresik pada 1404, hingga perjuangan Sunan Kalijaga yang menyulam seni wayang menjadi wasilah dakwah, kisah ini adalah jalinan antara sejarah dan legenda, sarat dengan kebijaksanaan yang melintasi waktu. Di tangan para wali, setiap tradisi lokal menjadi wadah baru yang diisi dengan makna Islami, mengubah sesaji menjadi selametan, menjadikan gamelan dan tembang sebagai jembatan menuju hati, menyusup dan menyisipkan esensi Tauhid.
Buku ini tidak hanya menuturkan keberhasilan mereka mengarsitekturi Kesultanan Demak dan membangun Masjid Agung Demak, tetapi juga mengisahkan perjuangan batin, pengorbanan, dan keikhlasan yang menjadi inti dari setiap langkah mereka. Dari pesisir Gresik, hutan Tuban hingga bukit Giri dan gunung Muria, dari pesantren Ampel hingga Jayakarta serta Cirebon yang megah, lentera-lentera ini menyala terang, membawa harapan dan keimanan kepada setiap sudut Nusantara.
“Sembilan Lentera Tauhid” adalah undangan untuk merenungi perjalanan yang penuh inspirasi, mengajarkan bahwa perubahan besar dimulai dari hati yang tulus dan langkah kecil yang penuh keikhlasan. Dengan gaya bahasa yang memikat, buku ini menghidupkan kembali jejak para wali, menjadikan mereka bukan hanya sosok dari masa lalu, tetapi cahaya abadi yang terus menyinari generasi masa kini.
Apakah Anda siap menyusuri jejak cahaya ini? Temukan makna, cinta, dan kebijaksanaan dalam kisah yang tak pernah padam ini.