Judul
Rindu Yang Tertinggal Di Dua Kota Suci
Penulis
Nabilah Jadwa Faradisa, Muliananda
Ukuran
14 cm x 20 cm
Jumlah Halaman
164
Blurb/Sinopsis
Buku ini lahir dari perjalanan hati,
bukan sekadar catatan perjalanan fisik.
Ia adalah kumpulan kenangan, doa, dan rasa syukur
yang tertinggal di dua kota suci.
Setiap halaman adalah percikan rindu,
setiap kata adalah tapak jejak yang ingin kembali.
Di Makkah, aku belajar arti tunduk total kepada Allah.
Di hadapan Ka’bah, semua ambisi dunia luluh,
berganti harap untuk diampuni.
Di Madinah, aku menemukan damai yang tak tergantikan,
duduk di dekat Raudhah sambil menahan air mata,
membayangkan betapa hangatnya tangan Rasulullah صلى الله عليه وسلم
jika menyambutku.
Aku menulis ini bukan untuk mengobati rindu—
karena rindu itu justru ingin dibiarkan hidup.
Aku menulis ini untuk mengabadikan rasa,
agar ia tak hilang dimakan waktu,
dan agar siapa pun yang membacanya
bisa ikut merasakan hangatnya pelukan dua kota suci itu.
Semoga buku ini menjadi pengingat,
bahwa dunia ini fana,
dan ada rumah sejati bagi hati yang ingin kembali kepada Rabb-nya.
Semoga ia juga menjadi undangan halus
bagi siapa pun yang membacanya
untuk suatu hari,
meninggalkan sebagian hatinya di Makkah dan Madinah.